>
Tampilkan postingan dengan label Movie Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie Review. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Februari 2016

[Review Film] Red Wine In The Dark Night: Ketika Cinta Membutakan Hati

Film ini berkisah tentang remaja labil yang sedang dimabuk cinta bernama Wine. Oke, dari film-film BL Thailand yang pernah saya tonton, film ini memiliki keunikan tersendiri karena tema yang diangkat dalam film ini sangat berbeda seperti menciptakan dunianya sendiri, ya ini adalah kisah cinta antara seorang remaja yang karakternya sangat bitchy, dan telah dibutakan dengan cinta sehingga rela melakukan apa saja untuk kekasihnya. Kekasihnya juga sangatlah aneh karena dia tidak bisa memakan makanan manusia dan hanya bisa memakan darah manusia. Mungkin ini vampire? tidak dijelaskan lebih lanjut tentang kenapa si kekasih yang ditemui Wine di sebuah gedung terbengkalai ini. Lelaki yang ditemuinya itu dalam keadaan lemah dan meminta tolong saat Wine tengah berada disitu, ya Wine tengah menunggu Tee kekasihnya yang tidak mau mengakui dirinya sebagai pacarnya. Dengan setia Wine menunggu tetapi, Tee tidak kunjung datang, hinga kahirnya dia mendengar suara minta tolong, pada awalnya Wine ketakutan dan mengira itu hantu, Wine begitu terpesona dengan mata merah yang dimiliki oleh lelaki yang baru saja dia temui, dia kembali lagi membawakan makanan tapi semuanya dimuntahkan, ketika Wine tidak sengaja terjatuh hingga berdarah, lelaki itu mulai menghisap darahnya.


Wine berencana untuk membawa pulang lelaki itu, dia pun meminta Boy—gadunnya Wine—untuk mencarikan sebuah apartemen untuk ditempatinya. Dari sini saja bisa kelihatan bahwa si Wine ini haus akan cinta dan sex, demi memenuhi kebetuhan Night, nama yang diberikan Wine pada lelaki misterius itu, Wine dengan sengaja menyayat tangannya untuk memberi makan Night. FYI, Night ini amnesia dan begitu menurut pada Wine, bahkan juga berhubungan sex dengannya saat mereka resmi menjadi kekasih. Aneh juga sih ketika tiba-tiba mereka jadian dan dengan alasan bahwa si Night telah menjadi satu dengan Wine karena sudah meminum darah Wine. Jadi si Night ini akan segar bugar kalau udah minum darah, sebelum minum darah ya lemes gitu deh.

Sadar bahwa Wine tidak mungkin untuk menyayat dirinya terus, dia pun memberi Night darah binatang, tapi tidak ada yang cocok. Sekali lagi dia memberikan darahnya. Hingga sampai pada akhirnya Wine menjebak Tee, untuk menemuinya dia mengancam untuk membocorkan rahasianya ke teman-teman sekolahnya. Wine pun mengajak Tee berhubungan sex di sebuah gedung terbengkalai dan mulai berbuat sesuatu yang tidak mungkin akan dilakukan oleh sosok serapuh Wine. dengan rayuan mautnya Tee bersedia dan mulailah adegan itu, dengan kedok permainan sex dia mengikat Tee, dan akhirnya dia mulai mengambil darah Tee. Malam demi malam, darah Tee diambil, hingga Tee memilih untuk mati saja daripada disiksa seperti itu.

Wine berbohong mengenai darah itu, sementara Night mulai mengingat masa lalunya sepotong sepotong. Merasa diacuhkan oleh Wine, Boy mulai mencarinya dan mendatangi apartemennya, Wine selalu berbohong bahwa dia tengah di rumah dan membantu ibunya. Hingga suatu hari Boy datang dan member kejutan bahwa dia ulang tahun, saat di dalam mobil teman-teman Tee melihatnya dan mengatakan bahwa Tee hilang dan juga memberitahu Boy bahwa Wine pacarnya Tee. Boy marah dan dengan rayuan Wine, Boy pun bisa ditaklukan dengan iming-iming sex. Seperti Tee, Boy diajak ke gedung terbengkalai dan kali ini dengan adegan pemerkosaan, kedua lelaki itu terpedaya dan tertipu, berakhir dengan diikat dan diambil darahnya. Night yang mulai curiga mengikuti Wine tapi tidak tertangkap. Wine pun berupaya untuk pergi bersama Night, sebelum itu dia mengambil darah Tee dan mengatakan akan melepaskannya kalau dia diam dan tidak akan melaporkan kejadian itu. Begitu juga dengan Boy, namun Boy melawan dan Wine pun membunuhnya dengan memukulkan batang kayu, saat itulah Night tahu bahwa dia hidup dari mengambil kehidupan orang lain, kepingan memori Night kembali terangkai, ayahnya yang mebunuh orang untuk mendapatkan darahnya. Night pun memutuskan untuk meninggalkan Wine, dan meminta agar tidak mencarinya. Wine pun berakhir di penjara.


Selain adegan dewasa dan pukul memukul, ada juga adegan romantic seprti saat Night memainkan gitar tanpa senar dan menyanyi diantara tumpukan sampah demi Wine, salah satu kepingan memori Night yang bisa bermain gitar dan menyanyi. Night ini juga merasa sakit kalau terkena sinar matahari, jadi jelas dia adalah sejenis vampire. Film ini juga bertabur bintang-bintang dari film BL Thailand lho. Secara keseluruhan film ini menghibur meskipun tidak jelas benang merah dari film ini.

[Resensi] Eyes Wide Open: Cinta, Keluarga, dan Tuhan

“Why did God create lust?”
“For the catharis of the soul.”

source: wikipedia

Dua baris di atas adalah kutipan dialog dalam film ini yang sangat berkesan bagi saya. Pernah kah kita membayangkan hidup di sebuah lingkungan dengan tingkat ketaatan pada agama yang begitu ketat? Dan menjadi gay yang terus bersembunyi karena lingkungan dan akhirnya menikah? Menurut saya film ini Eyes Wide Open atau dalam bahasa aslinya berjudul Einayim Phukot adalah film yang bertema sangat berat, bagaimana tidak berat, film ini mengambil tema gay di tengah masyarakat Yahudi di Yerusalem. Oke, sebenarnya tema  gay yang bersinggungan dengan agama bukanlah hal yang baru dalam fiksi LGBT. Kelebihan dari  film ini ada pada konflik yang menurut saya  sangat kompleks, kesetiaan pada kekasih, keluarga atau devosinya pada Tuhan. Konflik yang muncul antara si tokoh dengan masyarakat yang entah masyarakat tahu atau tidak mengenai  hubungan antara Ezri dan Aaron, terutama bahwa si Ezri ini tidak akan diterima ketika dia ke rumah penduduk maupun ke sinagog. Selain itu juga kemelut antara dua pilihan yaitu Aaron memilih keluarga atau memilih Ezri. “We can’t go this way. I have a family, wife and children.” “ I have only you.” Pun demikian Rivka istri dari Aaron yang telah memberinya 4 anak ini juga mulai curiga terhadap hubungan antara Ezri dan Aaron. Selain itu Aaron yang merupakan Yahudi taat juga mulai bingung dengan dirinya.

Film dibuka dengan adegan seorang laki-laki yang berusaha membuka pintu sebuah toko di tengah hujan, karena tak bisa membukanya laki-laki itu membuka paksa dengan batu. Aaron, laki-laki itu baru saja membuka kembali toko daging setelah kematian ayahnya. Ezri seorang murid Yeshiva yang tak memiliki rumah mampir ke toko daging itu untuk meminjam telpon. Dari adegan saat Ezri menelpon temannya ini terlihat bahwa dia menghubungi pacarnya. Saat melihat ada pengumuman lowongan di toko Aaron, Ezri menawarkan diri tapi Aaron menolak karena Ezri tidak pernah bekerja di toko daging. Setelah melihat Ezri tidur di sinagog  Aaron menawarkan tempat untuk tinggal di toko dagingnya dan mulai memperkerjakannya. Aaron mengundang Ezri untuk makan malam Sabbath, dia mau datang asalkan Aaron juga mau menemaninya melakukan ritual mandi.


Keduanya semakin dekat dan Rivka istri Aaron juga menerimanya dengan baik. Ezri yang mempunyai bakat menggambar mulai terlibat secara seksual dengan Aaron saat dia meminta Ezri untuk menggambar dirinya. Tentu saja Aaron menolak untuk melakukan hal itu. Aaron yang seorang Yahudi taat mulai diusik mengenai kedekatannya dengan Ezri oleh teman-temannya di lingkungan dan sinagog. Pamflet mengenai adanya seorang pendosa di lingkungan tempat tinggal juga mulai disebarkan. Desas-desus mengenai daging yang dijual Aaron tidak halal pun dibuat, supaya Aaron mau menyuruh Ezri pergi. Hingga akhirnya terror mulai muncul, dari segerombolan murid Taurat, yang membuat keributan di toko daging. Sampai pada akhirnya Rabbi  Weisban, tokoh sinagog yang mengetahui siapa orang tua Aaron menanyakan kenapa dia begitu sulit mengusir Ezri, Aaron menjawab bahwa dia merasa hidup lagi saat bersama Ezri. Film ditutup dengan adegan Aaron yang melakukan ritual mandi, saat Aaron menenggelamkan diri agak lama, film itu pun berakhir.

Jumat, 10 April 2015

Ulasan Film “Teacher and Student”


Setelah sekian lama nggak nonton film Thailand akhirnya kesampaian juga nonton film ini. Pada awalnya sih sudah pernah lihat trailer-nya di youtube, eh kebetulan pas iseng-iseng ngubek-ngubek youtube ketemu filmnya yang full. Meskipun subtitle bahasa Inggrisnya nggak begitu jelas kelihatan tapi overall bisa dipahami dan dinikmati jalan cerita dari film ini.

Pasti pada penasaran dengan film ini kan? Film ini mengambil setting di sebuah desa di Thailand dengan pemandangan alam yang indah. Selain itu ada juga elemen-elemen yang belum pernah muncul dalam film bergenre sama.

Teacher and Student atau judul dalam bahasa Thai-nya Kru lae nak rian, dirilis pada 11 September 2014 dan disutradarai oleh Sarawut Intaraprom.

Teacher and Student berkisah tentang hubungan asmara Ton dan Al, dan segenap konflik yang menyertai hubungan mereka. Keduanya telah menjalin hubungan selama bertahun-tahun. Ton yang seorang guru bahasa Inggris ini mengajar di sebuah sekolah di desa yang muridnya laki-laki semua. Sedangkan Al adalah seorang pegawai kantor, dan mereka tinggal bersama.

Di awal film, ditampilkan Ton tengah bersama-sama dengan seorang anak sekolah yang tidak lain bukanlah adalah Al. Hubungan mereka berlanjut sampai Al dewasa dan Al mendesak Ton untuk menikah sesama jenis dengannya karena hukum disitu mengijinkan. Pada awalnya Ton menolak, tapi akhirnya mengiyakan, hubungan mereka semakin hambar dan akhirnya Al mengetahui bahwa Ton jatuh cinta dengan Joe, muridnya sendiri. Ton mencuri baju Joe dan mulai menghirup bau keringat Joe sembari berfantasi tengah menggaulinya. Hal yang sama yang pernah dilakukannya pada Al.

Al sendiri memiliki seorang ayah yang perhatian dan dikunjungi Al dua kali. Suatu hari Al mempergoki Ton tengah menghirup baju Joe dan Al pun meninggalkan Ton, Ton mengejarnya dan akhirnya berbaikan lagi. Al pun mencuci baju Joe agar bau keringatnya hilang.

Jujur ketika menonton film ini agak jijik sih sebenarnya, apalagi ada anak-anak di sini. Tokoh Ton ini sedikit menakutkan dengan fetish-nya. Selain itu ada juga unsur mistik yaitu bayangan seorang anak yang memakai topeng yang muncul tapi tidak disadari si tokoh. Mungkin itu adalah teman Ton semasa kecil yang meninggal karena dilempar batu saat tengah melihat orang dewasa tengah melakukan hubungan intim ketika mereka bermain di semak-semak.

Joe sendiri kehilangan orangtuanya karena mereka bergabung dengan pendemo anti pemerintahan. Mengetahui hal itu Ton pun mulai mendekati Joe dengan segala cara dan juga berniat untuk mengadopsi Joe. Ending-nya sendiri sangat menggantung, dan akhirnya Joe pun tahu siapa sebenarnya si gurunya.

Sisipan kondisi politik di Thailand membuat film ini berbeda dengan film bertema LGBT yang lain. Selain itu juga dengan adanya pernikahan sejenis, meskipun tidak dibahas dalam sebuah scene lengkap melainkan melalui sebuah akta pernikahan saja.

Jumat, 16 Januari 2015

Ulasan Film “Antonio’s Secret”



Kali ini saya akan mengulas sebuah film Pinoy a.k.a Filipina, oke meskipun film ini sudah sangat lama. Ya, film ini dirilis pada 8 Februari 2008. Film ini disutradarai oleh Joselito Altarejos dan bintang utamanya adalah Kenji Garcia sebagai Antonio. Untuk temanya sendiri adalah gay, lebih ke rasa ingin tahu seorang anak remaja yang bernama Antonio. Untuk seusia Antonio sendiri sangatlah wajar jika mulai penasaran dengan seksualitas itu sendiri. Setting waktunya mengambil masa Natal, dan untuk lokasinya di Marikina City.


 

Antonio’s Secret bercerita tentang Antonio remaja lelaki berumur 15 tahun yang mulai mempertanyakan seksualitas dirinya. Dibesarkan oleh Tere, ibunya sendiri karena sang ayah yang bekerja sebagai tenaga kerja asing di Timur Tengah. Antonio memiliki sahabat dekat, dan dia pun melakukan kegiatan seksual pertamanya bersama sahabatnya sendiri, Nathan saat mereka menginap bersama dan setelah minum. Setelah kejadian itu Nathan pun tidak mau berkomunikasi dengannya dan hubungan persahabatan mereka merenggang, meskipun mereka saling bertemu dalam kelompok paduan suara yang akan berkeliling ke rumah-rumah dalam menyambut Natal. Mike salah satu sahabat Antonio mendukungnya saat dia menceritakan hal tersebut dan tidak menjauhinya.

Sang ibu, menampik bahwa dia telah ditelantarkan oleh suaminya. Dia sangat merindukan sentuhan suaminya itu. Suatu hari kakek dan nenek Antonio berkunjung bersama pamannya. Antonio pun berabagi kamar dengan Jonbert, sang paman adik dari ayah Antonio. Jonbert memiliki fisik yang sempurna dan tentu saja wajah yang menawan usianya pun masih sekitar dua puluh limaan. Jonbert berniat untuk mengurus dokumennya untuk keberangkatannya ke luar negeri.

Antonio sangat tertarik dengan pamannya, ia mulai mengintip saat sang paman mandi dan juga mulai berani menyentuh tubuh dan bagian sensitif Jonbert saat ia tertidur. Jonbert pura-pura tidak mengetahuinya tapi akhirnya dia memberitahu Antonio bahwa dia tahu apa yang terjadi. Sejak saat itu Antonio selalu memberikan blowjob.

Natal tiba, Tere pun ingin mengunjungi kerabatnya di luar kota, saat di terminal ia bertemu dengan seorang temannya yang bekerja di Timur Tengah dan memberitahu Tere bahwa suaminya sudah memiliki istri dan anak lagi. Pantas saja sang suami tak pernah pulang. Hancur menerima kenyataan ini Tere pun pulang, di rumah sesuatu yang mencengangkan terjadi, Jonbert tengah mencoba memperkosa Antonio. Kalap, Tere pun mengambil pisau dan menusuknya sampai mata. Akhirnya Tere dan Antonio pun dipenjara.

Oke, mungkin kelihatan tokoh Jonbert ini sangat brengsek, memang Jonbert menghabiskan uang yang seharusnya digunakan untuk membayar listrik dan juga menjual dirinya untuk mendapatkan uang untuk minum-minum. Yang paling brengsek adalah saat dia memperkosa Antonio, pada awalnya Antonio lah yang menawarkan diri untuk melayani Jonbert. Tapi dia menolak saat Jonbert berniat untuk melakukan penetrasi.

Selain itu dalam film ini ada juga pasangan gay yang hidup bersama dan mengadopsi seorang anak. Hal ini sangat jarang ditampilkan dalam film gay Asia Tenggara. Dan bahwa hal tersebut juga ada dalam masyarakat Filipina.

Ending-nya memang nggak banget dan tentu saja darahnya kelihatan tidak sangat nyata. overall film ini  bagus.

Sabtu, 22 November 2014

Ulasan Film “Doraemon: New Nobita’s Great Demon—Peko and The Exploration Party of Five”





Siapa sih yang nggak kenal sama Doraemon? Pasti banyak sekali orang yang tumbuh besar bersama animasi ini. begitu pun saya, bahkan sampai sekarang pun masih suka nonton animasi ini. Ya, namanya juga hobi, udah mendarah daging gitu. Oke, dalam kesempatan ini saya akan mengulas film Doraemon. Judulnya sih agak panjang ya, but well ini filmnya menarik kok. Film ini dirilis pada 8 Maret 2014 dan disutradarai oleh Shinnosuke Yakuwa. Film ini berdurasi  109 menit. Film ini berdasarkan  Doraemon: Nobita and the Haunts of Evil.

Film ini berkisah tentang Nobita yang selalu saja menginginkan hal-hal aneh dengan bantuan alat Doraemon. Kali ini Nobita ingin bertualang ke suatu tempat yang baru, sesuatu yang belum ditemukan. Akhirnya Nobita pun mendapatkan bantuan Doraemon dengan alat pemotret dunia, untuk menemukan tempat-tempat baru. Pada awalnya Nobita sangat bersemangat tapi melihat banyaknya foto yang dihasilkan untuk memotret seluruh Afrika dia pun kelelahan dankehilangan semangat. Ini typical Nobita banget, semangat diawal tapi kemudian mlempem.

Saat disuruh ibunya berbelanja Nobita melihat seekor anjing putih yang kelaparan. Ia pun memberikannya makan dan anjing itu mengikutinya pulang. Anjing itu kemudian diberi nama Peko. Awalnya ibunya Nobita tidak setuju ada anjing, tapi setelah anjingnya membantu menemukan tas ibunya akhirnya dia pun mengizinkannya.

Anjing itu bukan anjing biasa, dia berasal dari suatu tempat yang terpisah dari dunia manusia dan sudah berevolusi. Dia juga yang membawa Nobita dan sahabat-sahabatnya bertualang untuk menumpas kejahatan di negerinya. Anjing itu adalah pangeran di negerinya dan harus menumpas kejahatan penguasa negeri itu dengan bantuan patung besar berbentuk anjing dan tentus saja dengan bantuan sepuluh orang asing seperti tertulis dalam legenda.

Film ini banyak mengajarkan nilai moral positif seperti semangat, tanggung jawab dan suka menolong tentu saja dengan persahabatan. Selain itu bahwa kejahatan yang dilakukan oleh penguasa negara harus dimusnahkan dan kebaikan harus ditegakkan.

Ada adegan saat Shizuka mau mandi dan akan melepas handuknya, mungkin adegan ini kurang baik untuk anak-anak. Jadi harus didampingi oleh orangtua. Terlebih juga karena ada adegan peperangan.

Film ini menarik dan cukup edukatif sehingga cocok ditonton, tapi juga harus ada pengawasan.

Minggu, 16 November 2014

Review Hormones The Series Season 2


Seperti judulnya drama seri televisi ini adalah lanjutan dari season satu dari Hormones The Series: The Confusing Teenager. Dalam season satu masih ada masalah yang belum terjawab dan di season dua inilah semua terjawab. Drama ini bergenre drama remaja dan mengangkat masalah remaja Thailand yang muncul dalam kehidupan nyata. Drama ini disutradarai oleh  Kriangkrai Vachiratamporn.


Drama ini masih dibintangi sama seperti season satu, tapi ditambahi dengan pemain next gen yang berasal dari audisi yang diselenggarakan di sana. Para pemain utama adalah Pachara Chirathivat sebagai Win, Ungsumalynn Sirapatsakmetha sebagai Kwan , Sutatta Udomsilp sebagai Toi, Chutavuth Pattarakampol sebagai Phu, Sirachuch Chienthaworn sebagai Hmorg, Gunn Junhavat sebagai Tar, Sananthachat Thanapatpisal sebagai Dao, Kemisara Paladesh sebagai Koi , Thanapob Leeratanakajorn sebagai Phai, Supassra Thanachat sebagai Sprite. Untuk pemain tambahan Thiti Mahayotaruk sebagai Non, Pearwah N. Chatchaipholrat sebagai  KanomPang, Narikunn Ketprapakorn sebagai Oil, Teeradon Supapunpinyo sebagai Sun,Thanaerng Kanyawee Songmuang  sebagai  Jane.

Drama ini diproduksi oleh GTH, dan mulai tayang pada 12 Juli 2014. Season dua ini memiliki 13 episode utama. Setiap episode memiliki judul sendiri.  Episode pertama berjudul Ruk Krum Krim, berkisah tentang drama remaja yang memiliki konten seksual dan menjadi pembicaraan tokoh dan orangtua tokoh. Episode kedua berjudul Thee, berisi tentang kegalauan Thee dengang hubungannya dengan Phu. Episode ketiga berjudul Toei, berkisah tentang kejadian pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru di sekolah terhadap dirinya dan temannya. Episode keempat berjudul Dao+Koi, berkisah tentang kedekatan mereka berdua hingga diolok-olok teman-temannya sebagai pasangan lesbi yang membuat Dao marah dan melakukan tindakan kekerasan. Episode kelima berjudul Phu, berkisah tentang kegalauan Phu setelah putus dengan Toei dan juga ditinggalkan oleh Thee, hingga akhirnya dekat dengan P’Bom yang membuat hubungan dengan ibunya renggang. Episode keenam berjudul Win, berkisah tentang kehidupan Win di New York yang ternyata tidak menjadi baik malah menjadi pecandu narkoba dan diskotik saat dia dekat dengan Jane. Episode ketujuh berjudl Kwan, berkisah tentang Kwan dan keberhasilannya masuk Kedokteran Gigi dan juga kisah cintanya dengan Mhog yang dibayang-bayangi Win. Epiosde kedelapan berjudul Mhog, dalam episode ini ditunjukan kedekatan antara ayah dan anak, hingga kematian ayahnya Mhog. Episode kesembilan berjudul Sprite, tentang akun palsu facebook Sprite yang menimbulkan banyak masalah hingga dia tertusuk pisau oleh orang asing yang menyukai akun palsunya. Episode kesepuluh berjudul Oil, sosok yang yang memendam banyak rahasia dan kebohongan, dia yang mempunyai akun palsu Sprite dan dilabrak oleh Sprite. Episode kesebelas Tar, berkisah tentang ketidakjelasan hubungan Tar dengan Kanompang adiknya Pop, yang menimbulkan kebencian Pang pada Toei.  Episode ketigabelas Phai, berkisah tentang si badung phai yang menghamili seorang gadis dan akhirnya melakukan aborsi. Episode terakhir Finale, berkisah tentang tahun terakhir para tokoh senior yang lulus dari sekolah. Episode ini ditutup dengan datangnya Jane ke sekolah. 

Dalam season dua ini porsi dari para tokoh utama seperti Win, Sprite, Kwan berkurang dan tokoh pendukung lainnya mendapatkan porsi yang cukup lumayan. Selain itu season ini ditunjukkan untuk penonton 18+ dan harus dengan dampingan orangtua. Banyak adegan tidak pantas seperti adegan seksual, mabuk, kekerasan verbal dan fisik, narkoba yang masuk dalam jalan cerita. Namun, setiap adegan seperti itu selalu diikuti dengan warning, yang sangat membantu. Cerita dalam season satu dan dua sangat berbeda jauh dan tetap menarik. Selain itu juga diperlihatkan adanya tokoh yang bisa menyelesaikan konflik mereka dan juga ada yang tidak bisa menyelesaikan konfliknya,

Jadi penasaran sama season tiga, karena season dua ini berakhir dengan ending yang menggantung.

Selasa, 11 November 2014

Ulasan Film “Love’s Coming”


“When you love someone, you just love the way that person is.”


Love’s Coming dirilis pada tahun 2014 dan disutradarai oleh Naphat Chaithiangthum. Film ini ber-genre drama teen  romance, persahabatan dan gay. Tentunya film berasal dari Thailand.

Love’s Coming berkisah tentang persahabatan yang sangat kuat antara Pid, Arm, Zee dan Gump. Mereka bertiga curiga pada Gump yang setiap kali diajak hangout tidak bisa dan beralasan harus mengajari Nait. Sahabat-sahabat Gump curiga kalau Gump itu gay. Jadi mereka pun meminta bantuan Bibi Lek untuk bisa membedakan dan mencari jawaban atas kecurigaan mereka. Beberapa cara diberikan oleh Bibi Lek, dari renang, sampai minum alkohol. Tapi tetap saja pertanyaan mereka tidak terjawab yang ada hanyalah kekonyolan yang timbul karena ulah mereka sendiri.

Nait sendiri pada awalnya tidak begitu antusias dengan Gump yang mengajarinya Matematika. Terlebih saat itu Nait punya masalah dengan pacarnya dan dia pun meninggalkan Gump saat tengah belajar karena harus menghajar orang yang menggoda ceweknya. Nait pun pulang dengan keadaan babak belur dan Gump mengobatinya. Mulai dari saat itulah Nait melunak dan mulai tumbuh perasaan dalam dirinya. Kalau dilihat dari seragamnya sih, Nait itu beda tingkat atau beda sekolah dan tentu lebih tua daripada Gump.

Konflik dari film ini adalah saat mereka semua bersama Nait diperkemahan, tentu saja hal ini untuk mengetahui apakah Gump gay atau tidak. Soda—ceweknya Nait datang dan tidur satu tenda dengan Nait. Sebelumnya Nait tidur setenda dengan Gump, saat malam teman-temannya mengintip apakah terjadi sesuatu pada mereka. Gump cemburu saat melihat Nait dan Soda berpelukan, dia pun pergi menjauh, saat itulah dia mengatakan semuanya pada teman-temannya. Dialog yang paling kena adalah, “Why boys have to love only girls?” yang diucapkan oleh Gump dengan bercucuran air mata.

Untuk ending-nya sih happy ending, tapi terlalu cepat untuk berakhir karena begitu Nait dan Gump baikan terus selesai. Dan ternyata film ini ada sequel-nya nanti jadi nggak sabar buat tahu cerita lanjutan hubungan Nait dan Gump. Film ini tidak mengandung adegan vulgar dan tentunya masih ramah untuk ditonton bagi yang tidak suka hal seperti itu. Selain romantis film ini juga konyol. Pesannya adalah tentang persahabatan yang kuat yang akan menerima bagaimanapun sahabatnya itu.

Senin, 03 November 2014

Ulasan Film “My Bromance”


Yeayyy, akhirnya bisa nonton film ini juga, setelah mendengar dari teman-teman di forum online dan juga searching di internet. Film ini bergenre drama dengan bumbu keluarga, romansa dan persahabatan. Dan tentu saja bertema gay. Film ini rilis tahun 2014 dan berasal dari Thailand.



Bromance berasal dari dua kata yaitu brother dan romance—hubungan kedekatan antara pria tapi bukan gay. Penasaran dengan ceritanya? My Bromance berkisah tentang Golf yang suatu hari mendapati ayahnya pulang, Golf yang sangat merindukan ayahnya kaget ketika melihat seorang wanita dan anak lelaki ikut ayahnya. Mereka adalah ibu dan adik Golf yang baru. Golf merasa dikhianati oleh ayahnya, dia tidak bisa menerima keadaan ini. Golf pun mem-bully Bank—adik tirinya. Sahabat Golf, Jied melihat bullying itu sudah keterlaluan dan meminta Golf untuk menghentikannya. Tapi Bank berkata bahwa dia melakukannya karena kehendaknya sendiri. Golf pun berterima kasih pada Bank, dan sejak itulah Golf melunak dan mulai memberi perhatian pada Bank. 

Bank dan Golf

Kedekatan mereka berdua lama-lama tidak hanya sebatas saudara tapi menjadi pasangan kekasih yang mencintai satu sama lain. Pada awalnya Golf tidak menunjukkan perasaannya tapi setelah mengetahui P’Thom—vokalis band di sekolah—menyukai Bank, dia pun mulai cemburu. Sahabat-sahabat Golf dan Bank menerima mereka berdua sebagai pasangan, bahwa sebagai sahabat mereka akan menerima sahabatnya walau bagaimanapun mereka. 

Golf menunjukkan kemesraannya di tempat umum saat membeli perlengkapan untuk berlibur dan Bank pun merasa risih. Usai liburan, konflik itu pun dimulai. Bibinya Golf melihat Golf tengah menindih Bank yang kelelahan setelah liburan, meski tak terjadi apa-apa hal tersebut memicu kemarahan luar biasa bibinya dan memarihi serta memukul Golf, Bank pun membelanya sambil menangis. Setelah memutuskan akhirnya Golf memberi tahu ayahnya bahwa dia mencintai Bank, tentu saja ayahnya sangat marah dan memintanya untuk pergi ke Amerika. Ibunya Bank lebih bisa menerima keadaan anaknya. Bank merasa hancur mengetahui bahwa Golf harus ke Amerika meninggalkannya mengingkari janjinya. Enam bulan kemudian Golf pulang, tentu saja Bank sangat senang dan menyambutnya, namun kenyataan pahit harus ditelan Bank lagi. Golf pulang bersama gadis yang akan ditunanginya. Bank pun menjalin hubungan dengan P’Thom sebagai pelampiasan, suatu malam Golf menunggu Bank yang pulang larut, terjadilah pertengkaran di jalan raya yang mengakibatkan keduanya kecelakaan.

Keadaan Bank parah, setelah diperiksa ginjal Bank tidak berfungsi dan akhirnya Golf mendonorkan ginjalnya. Setelah sembuh Bank tidak mendapati Golf di rumah, keluarga dan teman-temannya mengatakan bahwa dia belajar di Amerika. Ketika ulang tahun Bank, ia mendapatkan hadiah dari Golf, sepasang cincin yang Bank ingin beli, tapi telah dibeli lebih dulu oleh orang lain yang tidak lain adalah Golf. Dan juga sebuah surat dari Golf. Perasaan Bank tak karuan karena dibohongi, ia menangis sejadi-jadinya mengetahui bahwa Golf telah mati karena tumor otak yang ditemukan setelah kecelakaan itu. Sebuah ending yang diluar dugaan. Dan tentu saja menguras emosi. Kematian tokoh dalam film ini tidak menciderai cerita, karena kematian yang masuk akal, tidak karena bunuh diri atau kecelakaan yang sering ditemui di fiksi gay Indonesia.

Film ini soft, banyak hal yang bisa diambil dari film ini. nilai-nilai persahabatan dan juga keluarga. Penerimaan sahabat. Penolakan orangtua. Penerimaan orangtua. Semuanya ada di film ini. banyak dialog-dialog bagus dalam film ini yang terlewatkan dan tak sempat ditulis karena begitu menikmati ceritanya yang mengharu biru. Film ini mengambil setting di Chiang Mai dan menampilkan tempat-tempat indah di situ. Tokoh Bank dalam film ini terlihat lemah, tapi tidak begitu sissy. Bank ini juga membuat iba ketika menonton film ini. Pada akhirnya film ini sangat layak ditonton karena pesan yang begitu kuat dan tentu saja minim adegan ranjang karena film remaja.