>
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juni 2014

Mengenal Alina, Si Masha

Setelah kemarin posting tentang review serial kartun Masha and The Bear, kali ini saya akan membahas suara yang mengisi karakter Masha. Pasti pada penasarankan? Saya juga, hehehehe…. Oke, sebenarnya ada dua pengisi suara karakter Masha yaitu yang memakai bahasa Rusia dan bahasa Inggris. Pengisi suara Masha berbahasa Rusia adalah Alina Kukushkina dan yang berbahasa Inggris adalah Elsie Fisher.

Kali ini saya akan fokus ke Alina Kukushkina, pasti sudah nggak asing lagi sama kata-kata khasnya seperti, “Aha, Hurray” dll. Alina Kukushkina  mempunyai nama lengkap Alina Ilinichna Kukushkina. Dalam aksara Cyril ditulis Алина Ильинична Кукушкина. Gadis kecil ini lahir di Moskow, 26 September 2001. Alina sangat terkenal setelah mengisi sulih suara dari tokoh Masha di serial kartun Masha and The Bear.

Alina diundang untuk mengikuti audisi untuk menjadi dubber serial ini dan dia pun terpilih untuk menjadi dubber Masha. Sebagai gadis cilik yang bersekolah, Alina pun memiliki pelajaran favorit yaitu Seni. Setiap dua bulan sekali ia datang ke studio untuk mengisi suara Masha.Alina bercita-cita untuk menjadi seorang aktris ketika dewasa nanti. Tentu saja hal itu akan benar-benar terjadi di masa depan melihat bakat yang dimiliki oleh Alina saat ini. Alina juga mendapatkan nilai yang bagus di pelajaran sekolah. Alina juga mengisi suara karakter Agnes dalam Despicable Me. Dan pengisi suara Agnes dalam Despicable Me ini juga mengisi suara Masha dalam bahasa Inggris, yaitu Elsie Fisher. Alina mengisi suara Masha sejak tahun 2009 sampai sekarang. Pada waktu itu dia berusia 6 tahun.
Berikut adalah daftar filmografi dari Alina:
2012 Mashiny skazki (Mesin Cerita)
2011 Dream house sebagai Dee Dee Eytenton
2010 Despicable Me sebagai Agnes
         Tinker Bell and Great Rescue
2009-sekarang Masha and The Bear sebagai Masha

Sumber foto dan data:

Minggu, 30 Maret 2014

Sekilas Tentang Bapak Habibie

Sekilas tentang Bapak Habibie
Siapa sih yang nggak kenal (baca; tahu) sama Bapak Habibie? Pasti beberapa dari kita mengetahui tentang hal tersebut. Tapi tunggu, sejauh mana yang kita ketahui tentang beliau? Atau mungkin ada yang belum tahu? Baiklah, untuk yang belum tahu dan yang ingin tahu lebih lanjut tentang sosok Pak Habibie berikut adalah sekelumit tentang beliau.
Pak Habibie memiliki nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie, sering kita temui hanya dengan B.J. Habibie. Untuk nama lengkap beserta gelar akademiknya adalah Prof. DR. (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1936, jadi sekarang beliau berumur  77 tahun. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara.  Ayah beliau bernama Alwi Abdul Jalil Habibie yang berasal dari Pare-pare dan ibunya bernama R.A. Tuti Marini Puspowardjo, berasal dari Yogyakarta. Beliau mempunyai zodiak cancer, membaca merupakan hobinya.
Habibie kecil menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Beliau pernah mengenyam pendidikan di SMAK Dago, kemudian melanjutkan pendidikan di Institut teknologi Bandung mengambil jurusan Teknik Mesin pada tahun 1954. Kemudian pada tahun 1955-1965 mengenyam pendidikan di Jerman Barat, tepatnya di RWTH (Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule) Aachen, pada jurusan Teknik Penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang. Beliau menyelesaikan pendidikannya sampai jenjang S3 di Aachen, Jerman Barat.
Pada tahun 1962 beliau menikah dengan teman semasa SMA-nya Ibu Hasri Ainun Besari, dan dikaruniai dua orang anak; Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Sebelum meniti karir politiknya, beliau pernah bekerja di perusahaan Messerschmitt-Bölkow-Blohm atau MBB Hamburg (1965-1969) sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur Pesawat Terbang, dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB (1969-1973). Setelah itu beliau kembali ke Indonesia dan menduduki jabatan sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada tahun 1978-1998, dalam masa pemerintahan presiden Soeharto. Beliau menjabat sebagi wakil presiden RI ketujuh dari 14 Maret 1998 sampai 21 Mei 1998. Saat presiden Soeharto mengundurkan diri, keadaan dalam negeri Indonesia sedang kacau dan beliau menggantikan posisinya sebagai presiden RI ketiga dari 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Masa pemerintahannya terhitung sangat singkat tapi juga sangat berat karena beliau harus mengambil kebijakan-kebijakan untuk mengembalikan kondisi Indonesa. Seperti pemulihan keadaan ekonomi, pembebasan tahanan politik dan juga pelonggaran kebebasan berpendapat dan berorganisasi yang pada masa presiden Soeharto sangat dibatasi. Pada masa pemerintahannya Timor Timur diberikan hak untuk menentukan nasibnya sendiri, diadakanlah sebuah referendum yang hasilnya Timor Timur lepas dari Republik Indonesia, setelah mengalami sejarah panjang dari masa kekuasaan Portugis hingga bergabung ke Indonesia.
Setelah beliau menyelesaikan tugasnya sebagai presiden ketiga, beliau menghabiskan waktunya untuk tinggal di Jerman. Beliau juga menulis beberapa buku seperti Detik-detik Yang Menentukan- Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi, (Memoir mengenai peristiwa tahun 1998)) dan Ainun dan Habibie yang bercerita tentang kisah cintanya dengan istrinya. Buku ini laris di pasaran dan juga telah difilmkan dan mendapatkan apresiasi yang tinggi. Pak Habibie juga mendapatkan penghargaan dari Edward Warner Award, Award von Karman dan juga Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana dari Institut Teknologi Bandung untuk jasanya dalam demokrasi. Beliau juga mempunyai organisasi bernama Habibie Center yang mengawal proses demokrasi di Indonesia.
Tulisan ini diolah dari berbagai sumber seperti http://profil.merdeka.com/indonesia/b/baharuddin-jusuf-habibie/ dan Wikipedia.